Rabu, 09 September 2009

Mesin Pencari ImHalal.com Diluncurkan

Umat Islam di seluruh dunia mendapat fasilitas baru untuk lebih nyaman berselancar di internet. Mesin pencari di dunia maya, atau kerap disebut search engine, bernapaskan Islam pertama di dunia, kemarin diluncurkan di Beirut, Lebanon. Mesin itu bernama ImHalal.com yang merupakan metamorfosis dari ungkapan 'I am halal' (saya halal).

ImHalal bekerja dengan menyaring material di internet yang haram untuk dilihat. Hanya materi yang aman dan sesuai ajaran Islam yang bisa muncul saat pencarian dijalankan dengan perangkat lunak tersebut.

Reza Sardeha, pendiri AZS Media Group yang menciptakan mesin pencari tersebut mengungkapkan bahwa ide untuk melahirkan ImHalal lahir setelah rekannya protes dengan kinerja mesin pencari yang kini ada seperti Google dan Yahoo. Menurut Reza, rekannya itu mengungkapkan bahwa mesin pencari di internet masih menampilkan materi pornografi yang tidak sesuai ajaran Islam.

Mesin pencari ImHalal, tutur dia, bekerja dengan memblokir situs-situs bermuatan 'terlarang'. Selain itu, ImHalal juga memblokir kata-kata yang terkait dengan benda haram seperti babi, bir, narkoba, juga kata-kata yang terkait dengan perilaku haram seperti gay, lesbian, bunuh diri, seksi, dan sebagainya.

Saat ini, menurut Reza, mesin pencari ImHalal hadir dengan 15 bahasa yang berbeda termasuk Inggris, Persia, Arab, dan sebagainya. Lewat fasilitas tersebut, dia berharap perangkat lunak buatannya bisa membantu umat Islam secara luas untuk nyaman berselancar di internet. ''Perusahaan kami memprediksi, pengakses terbesar berasal dari Timur Tengah,'' ujar dia.

Dia menambahkan bahwa mesin pencari tersebut bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang khawatir dengan material yang tersebar di internet. ''Selama ini kami yakin bahwa tidak sedikit umat Islam yang menghindari internet, dan meminta anak-anak untuk menjauhinya karena takut dengan isi di dalamnya,'' kata Reza menambahkan. Padahal, dia sangat yakin, jika dimanfaatkan dengan baik, internet bakal membantu kemajuan umat Islam.

Seorang warga Beirut, Ali Gebran, mengaku bahwa karakter mesin pencari bisa mempengaruhi keputusannya dalam mengakses internet. Lahirnya ImHalal pun dinilainya sangat fantastis. Dengan adanya mesin pencari tersebut, dia menyatakan tidak khawatir lagi membiarkan anaknya berselancar di dunia maya.

Rencananya, mesin pencari tersebut juga akan dilengkapi dengan jadwal waktu shalat serta kutipan-kutipan ayat Alquran. Produsen ImHalal berharap, mesin pencari buatannya itu bisa cepat berkembang menyaingi Yahoo maupun Google. The Daily Star/irf

Warga AS Mulai Lurus Pahami Islam

Pandangan bahwa Islam identik dengan kekerasan di kalangan warga Amerika Serikat (AS) menurun. Namun demikian, mereka juga memandang bahwa saat ini Muslim di AS masih terus menghadapi diskriminasi yang lebih hebat dibanding kelompok lain. Fakta tersebut terungkap dalam hasil survei yang digelar Pew Research Center seperti dikutip Kantor Berita AP.

Menurut survei itu pula, pandangan warga AS tentang Islam terus berfluktuasi sejak peristiwa peledakan menara WTC 11 September 2002. Di tahun 2007, masih terdapat 45 persen warga AS yang percaya bahwa Islam merupakan ajaran yang paling kuat mendorong terjadinya tindak kekerasan. Tahun ini, angkanya menurun menjadi 38 persen. Kebanyakan pihak yang masih percaya Islam sebagai agama kekerasan itu berasal dari pendukung konservatif Partai Republik.

Hasil survei kali ini menunjukkan perubahan paling signifikan pandangan warga AS tentang Islam sejak tahun 2007. Survei yang dijalankan melalui telepon tersebut juga menggambarkan bahwa pemahaman tentang Islam yang sebenarnya mulai tumbuh. Sebanyak 41 persen responden mengetahui Allah SWT sebagau Tuhan umat Islam dan Alquran sebagai Kitab Sucinya. Angka ini naik dibanding tahun 2002 yang hanya mencapai 33 persen.

Ibrahim Hooper, juru bicara Council on American-Islamic Relations (CAIR) menjelaskan bahwa hasil survei Pew ini sesuai dengan risetnya. Dia menyalahkan kelompok kecil di lingkungan Islam di AS yang menjadikan citra Islam menjadi bias. ''Sayangnya, kebanyakan warga justru fokus pada kelompok kecil ini,'' tutur dia. Padahal, kata Ibrahim, 99,9 persen Muslim hidup dan mati tanpa bersentuhan dengan aksi kekerasan.

Namun demikian, seorang mahasiswa Muslim Universitas Loyola Chicago, Seemi Choudry, memandang skeptis hasil survei tersebut. Dia menduga, pemahaman warga AS tentang Islam itu lebih banyak didorong oleh informasi yang mereka akses melalui media dan budaya pop yang berkembang di wilayahnya. Jika itu yang terjadi, dia mengaku tidak yakin bahwa persepsi warga AS tentang Islam memang sudah sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

Sayang, survei tersebut memang tidak menggambarkan sumber informasi tentang Islam yang menjadi rujukan warga AS. Secara pribadi, Seemi mengungkapkan, dirinya tidak pernah mengalami diskriminasi. Namun demikian, dia yakin bahwa Muslim di seluruh AS mengalami ancaman yang berbeda-beda.

Survei Pew ini mengambil responden dari kalangan warga biasa, insan pers, juga kelompok keagamaan dan digelar dalam periode 11-17 Agustus 2009 dengan melibatkan 2.010 responden. Tingkat kesalahan dari survei ini sekitar 2,5 persen. Startribun.com/irf

Pola Makan Pada Saat Puasa

1. Berbuka dengan Makanan Manis, mengapa makanan manis sangat dianjurkan berbuka? karena selama kita berpuasa ada perubahan reaksi biokimiawi akibat perubahan waktu makan seperti biasanya.
2. Banyak makan sayuran dan buah
3. Kebutuhan protein harus dicukupi
4. Kebutuhan air, minimal 8 gelas sehari