Senin, 10 September 2012

Reading as a daily need

Saya mulai belajar berbicara ketika saya berusia 8 bulan, dan mulai belajar membaca ketika saya masih di TK (awal 1980-an). Bacaan pertama saya, seingat saya adalah surat kabar Post Maluku (udah almarhum).
Buku pertama saya ketika saya di SD antara usia 8-9 tahun adalah ensiklopedia kesehatan untuk anak2 dan kisah2 inspiratif untuk anak2.
Menginjak remaja (SMP-SMA), karena saya tinggal di kota kecil yang tidak ada toko bukunya, saya punya kebiasaan membaca koran ekonomi Neraca, harian umum Pelita dan majalah Intra Bulog (kepunyaan papa saya). Selain berlangganan majalah Gadis, saya juga membaca majalah Panji Masyarakat dan Tempo. 
Ketika kuliah di Surabaya, saya mempunyai kesempatan yang luas untuk membeli berbagai macam majalah dan surat kabar serta buku-buku yang bisa menambah perbendaharaan kata untuk menulis dan berdiskusi atau memberikan informasi kepada siapa saja yang membutuhkan. 
Majalah Gadis (teteup), Tempo, Forum Keadilan, Sabili, Annida dan Ummi,Bola dan harian Jawa Pos adalah majalah dan surat kabar yang selalu mengisi hari-hari saya selama kuliah di Fakultas Psikologi di Surabaya. 
Ketika saya selesai kuliah dan mau pulang kampung, saya kaget ketika memasukan buku-buku n majalah-majalah koleksi saya yang hampir 5 kotak kardus seukuran kardus rokok. Wuih ...
Hobby membaca ini membuat saya suka menulis (saya mulai menulis ketika SMP) apa saja yang terlintas di kepala saya. Koleksi buku harian atau jurnal saya mencapai 20 buah dan semuanya masih tersimpan rapi di lemari. Saya menulis apa saja yang menurut saya bagus untuk bisa diingat kembali, kadang saya mengutip dari majalah atau koran yang saya baca atau book marker yang lucu2 yang banyak pesan2 bagusnya untuk menginspirasi saya.s
Di rumah, saya punya koleksi mini library yang saya beri nama Library Of SaLma (terinspirasi dari Library of Congress, perpustakaan terbesar di dunia. 
Saya berharap, koleksi buku-buku saya bisa membangkitkan kebiasaan membaca di keluarga, terutama untuk anak dan keponakan saya.


Indonesia is one of the beautiful country in the world

Alhamdulillah, ternyata negara saya masih menjadi salah satu negara terindah di dunia, gak apa-apa deh gak jadi numero uno yang penting masih masuk daftar :) klo Latvia jadi negara nomor satu tercantik sih itu wajar banget wong negaranya kecil aja n masih baru, lah kita Indonesia gede, luas ... banyak lautan yah agak2 sulit gitu untuk ditata, apalagi klo penduduknya susah diajak kompromi soal sampah, jadi masih bagus bisa masuk urutan ke 4 daripada gak sama sekali ... di bawah ini ada daftar negara2 terindah di dunia :

1. Latvia
2. Meksiko
3. Turki
4. Indonesia
5. Inggris
6. Italia
7. Selandia Baru
8. Brasil
9. India
10. Kanada
11. Irlandia
12. Amerika Serikat
13. Kroasia
14. Swiss
15. Australia
16. Kolombia
17. Yunani
18. Peru
19. Portugal
20. Prancis.